FESTIVAL SEKAR GENI 2013


Festival Seni Karawitan Gending Gerejawi

Tim dari Paroki St. Antonius Muntilan berfoto sejenak sesudah memperdengarkan dua lagu, “Nata Agung” dan “Ndak Sawang Mareming Ati.”

UKM Seni Karawitan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta mempersembahkan Festival Seni Karawitan Gending Gerejani atau disingkat Festival Sekar Geni 2013 pada hari Minggu, 19 Mei 2013. Festival dengan tema “syukur dalam nada dan irama gamelan” ini digelar di panggung terbuka Realino Universitas Sanata Dharma Mrican.

Festival Sekar Geni 2013 ini merupakan yang  pertama kali diselenggarakan. Cita-citanya adalah untuk menjadi forum bagi komunitas-komunitas karawitan gerejani berbagi ekspresi. Tujuannya, pertama, memberikan tempat dan penghargaan atas usaha inkulturasi yang dimulai para perintisnya. Kedua, menumbuhkan semangat dan bibit baru karawitan gerejawi. Ketiga, menyediakan tempat bagi gending gerejawi untuk dimainkan di luar ibadat. Keempat, mengembangkan pengetahuan masyarakat mengenai religiusitas yang kaya dengan berbagai ekspresi.

Tim dari Muntilan diwakili oleh grup vokal SINTEN KERSA Plus bersama karawitan MADYA LARAS pimpinan Mas Yudi dari Lingkungan Sleko Baru, Paroki St. Antonius Muntilan. Dalam festival ini, tim Muntilan membawakan lagu “Nata Agung” dan “Dak Sawang Mareming Ati”. Usai membawakan lagu, tim Muntilan ‘dilarang’ turun dari panggung oleh MC. Ternyata tim mendapat kesempatan berjumpa langsung dengan Bapak J.B. Sukodi, pencipta lagu Nata Agung, yang setelah kami selesai nyanyi, didaulat oleh Rm. Budi Subanar SJ untuk naik ke atas pentas. Rupa-rupanya, garapan gendhing dan aransemen vokal yang dibawakan oleh tim Muntilan, dianggap “berbeda” daripada yang sering dibawakan kor-kor pada umumnya, dan mendapat apresiasi langsung dari Bp. J.B. Sukodi, sebagai garapan yang kreatif, berani, namun tetap indah.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula salah seorang putri almarhum Bp. Cajetanus Hardjosoebroto, salah satu perintis inkulturasi musik Jawa dalam Gereja. Pak C. Hardjosoebroto merintis inkulturasi musik Jawa ketika Beliau (sekitar tahun 1925) berkarya di Sekolah Guru Muntilan (yg kemudian menjadi SPG dan kini SMA Van Lith). Kedua tokoh inkulturasi ini (almarhum Bp. C. Hardjosoebroto dan Bp. JB. Sukodi) menerima penghargaan khusus dari keluarga besar karawitan Sanata Dharma dalam Festival ini.

Festival Seni Karawitan Gending Gerejawi

Tim dari Paroki St. Antonius Muntilan yang diwakili oleh Rafael Kusworo (kelima dari kanan) berpose sesaat setelah menerima penghargaan pada Festival Seni Karawitan Gending Gerejawi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Minggu, 19 Mei 2013.

Festival Sekar Geni 2013 diikuti oleh 10 peserta, antara lain dari Muntilan, Mlati, Kelor, Babadan, Bantul, Sumber, Banteng, dan Pugeran. Tim dari Muntilan mengirimkan kelompok yang dipimpin oleh Bp. Prasetyo yang terdiri dari para penyanyi dan niyaga. Dalam festival ini, tim dari Muntilan memperoleh penghargaan bersama dengan tim-tim lain (dapat dilihat pada gambar di atas).

Kredit gambar: Rafael Kusworo & Cicilia Ingga.

Comments
2 Responses to “FESTIVAL SEKAR GENI 2013”
  1. Anonim mengatakan:

    Muntilaaaan kerenn..GGMU.. Glory Glory Muntilaaaaaaaaaaaaaaaaan!!!

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: