HARAPAN DARI PASTICCERIA BAR DAI CARCERATI


Laporan dari Pasticceria Bar Dai Carcerati (Toko kue Bar Narapidana) di Meeting Internasional untuk Persahabatan antar Bangsa 2009 di kota Rimini

clip_image001

Perjumpaan mengharukan dan berkesan dengan beberapa narapidana di penjara Due palazzi kota Padova dan dengan Presiden dari Koperasi Sosial Giotto dan Konsorsium Koperasi Sosial Rebus.

Oleh: Shirley Hadisandjaja Mandelli *

Pada hari Selasa 25 agustus 2009 yang lalu saya mendapatkan sebuah kesempatan yang amat berharga, di mana pada edisi ke-30 dari Meeting Internasional untuk Persahabatan antar Bangsa 2009 di kota Rimini yang diselenggarakan oleh Fraternitas Comunione e Liberazione (CL) ini, saya boleh berjumpa dan bercakap-cakap dengan beberapa narapidana penghuni penjara Due palazzi kota Padova serta berbincang dengan Nicola Boscoletto, Presiden dari Koperasi Sosial Giotto dan Konsorsium Koperasi Sosial Rebus, yang telah membawa harapan kepada para narapidana untuk tetap nyata kehadirannya di tengah-tengah masyarakat.

Perjumpaan dan percakapan kami itu bertempat di sebuah lokasi di Pad. B4 dekat pintu masuk Timur dari Balai Kongres Rimini, yang memang telah ditujukan untuk para narapidana yang bekerja di sana, dan diberi nama Pasticceria Bar Dai Carcerati, atau yang dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan sebagai Toko Kue Bar Narapidana, di mana pada tahun ini dapat dicicipi kue hasil kreasi baru mereka, kue-roti panettone Noce del Santo.

Pertama-tama saya berjumpa dan berkenalan dengan Nicola Boscoletto, yang berbaik hati memperkenankan saya bercakap-cakap dengan tiga orang narapidana bernama Salvatore, Franco dan Marino.

Saya menceritakan kepada mereka bahwa saya adalah anggota CL yang berasal dari Indonesia, dan kunjungan saya ke Rimini tahun ini saya tujukan terutama untuk berjumpa dengan mereka, dengan maksud untuk melihat apa yang dapat saya pelajari dari pengalaman pelayanan mereka di dalam penjara, untuk dibagikan kepada teman-teman di Indonesia khususnya di kota Jakarta yang bergabung di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), yang saat ini juga tengah melakukan pelayanan yang sama di dalam penjara LP Cipinang. Kebetulan saya bergabung di dalam sebuah milis Katolik yang membahas pelayanan ke penjara, yaitu Forum Pelayanan Penjara KAJ, sehingga dengan mudah saya boleh mendapatkan beberapa informasi dari teman-teman di sana tentang pelayanan mereka tersebut. Saya menggambarkan kepada Nicola dan teman-teman napi jenis pelayanan KAJ di penjara seperti beberapa pelatihan yang bermanfaat bagi para napi dan tentang pendirian Perpustakaan di LP Cipinang.

Nicola yang bersahaja itu merasa gembira dengan kenyataan bahwa juga di Indonesia tengah dilakukan usaha-usaha yang serupa dalam pelayanan umat Kristiani kepada saudara-saudari yang paling hina dan ditolak. Bahwa perpustakaan yang telah didirikan di LP Cipinang itu merupakan salah satu cara yang baik untuk membawa perubahan-perubahan yang positif di dalam penjara. Nicola menambahkan bahwa ada sedikit perbedaan antara karya yang dilakukan di Italia dan di Indonesia. “Di Indonesia – katanya – karya ini berada di bawah komisi Keuskupan Agung, sedangkan di sini, seperti kebanyakan inistiaf-inisiatif sosial yang ada, apa yang kami lakukan adalah murni sebuah karya awam Katolik, berangkat dari kepedulian awam untuk melayani dan membantu orang-orang yang terkurung di penjara dan orang-orang cacat fisik supaya mereka tetap nyata kehadirannya di dalam kehidupan bermasyarakat, dan karya ini berada di luar dari komisi-komisi yang ada di Keuskupan, meskipun demikian otoritas Gereja tetap mendukung dan memberkati karya kami ini.”

Dia mengatakan bahwa dia sangat antusias untuk berbagi kisah pengalaman mereka di dalam penjara dan mempersilahkan Salvatore mengutarakan pengalamannya.

Salvatore memulai dengan kisahnya.

“Nama saya Salvatore, saya berusia 40 tahun dan sejak lima tahun yang lalu berada di dalam penjara. Apa yang sedang saya lakukan di penjara adalah membayar atas sebuah ketidakwarasan sesaat. Dulu saya bebas dan memiliki sebuah usaha kecil, saya kehilangan waras: sebuah pertikaian dan seorang tewas. Dia adalah sahabat saya. Sekarang usaha saya itu telah gulung tikar, karena tidak ada seorangpun yang dapat membangkitkannya kembali. Beruntung saja saya berakhir di sini di Padova, bersama orang-orang yang sedang membantu saya saat ini. Ini adalah sebuah jalan untuk memulai percaya kepada sebuah normalitas kehidupan”.

Menimpali kisah Salvatore itu, Nicola bercerita tentang pengalaman dan usaha yang sejak awal tahun 1980-an dirintis dan dipimpinnya.

Aktivitas Pelatihan di LP Due Palazzi

Pembuat kue, koki dan tukang kebun: demikianlah perubahan hidup para narapidana di Due Palazzi

Menjadi rumah bagi sebuah kebun bunga, beberapa toko seni, sebuah laboratorium pengolah kertas, sebuah pusat pengolah makanan dan sebuah call-center. Itu bukan sebuah pusat perbelanjaan, melainkan sebuah Lembaga Pemasyarakatan alias Penjara Due Palazzi di kota Padova, di mana sejak lima tahun yang lalu, semenjak dikeluarkannya Hukum Smuraglia (sebuah hukum atau undang-undang yang memberikan kesempatan bekerja bagi para narapidana) telah dimulai aktivitas-aktivitas bekerja bagi para narapidana, yang diangkat menjadi pegawai tetap dan digaji oleh Konsorsium Koperasi Sosial Rebus.

Nicola Boscoletto, presiden dari Koperasi Sosial Giotto dan Konsorsium Koperasi Sosial Rebus yang menyatukan koperasi-koperasi yang melayani di dalam penjara mengatakan: “Kami telah membawa ke dalam penjara aktivitas kepengusahaan dan sosial karena kami tidak melakukan kegiatan asistensialisme melainkan menghasilkan produk-produk (dari patung-patung boneka sampai buku-buku agenda, dari kue panettoni sampai koper-koper) yang langsung dilempar ke pasar”.

Sekitar duaratus narapidana dilatih dan dibina, diangkat menjadi pegawai dan dipekerjakan; enampuluh diantaranya saat ini aktif di sana di mana sampai lima tahun yang lalu hanya ada bangunan-bangunan gudang kosong.

Nicola mengatakan dengan antusias: “Ini sebuah mukjizat kecil Italia, di mana lembaga-lembaga pemasyarakatan, kantor-kantor publik, perusahaan-perusahaan dan orang-orang sosial melakukan bagiannya masing-masing. Tidak ada satupun yang menjadi tokoh protagonis: tanpa seorang saja dari pelaku-pelaku ini, mukjizat ini tidak akan mungkin terjadi.”

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di dalam penjara diantaranya adalah: Pelatihan pekerja pemakaman, pelatihan berkebun, menjilid buku, call-center, membuat koper, pengolahan kertas, membuat kue, memasak, membuat perhiasan, membuat patung-patung boneka dari kertas plastik.

Nicola menjelaskan bahwa nilai sosial dari pengenalan kegiatan-kegiatan pelatihan bagi para narapidana di dalam penjara cukup banyak jumlahnya: menghadirkan tahap rehabilitasi dan integrasi untuk menemukan kembali kemampuan dan kebebasan yang mendasar dan sekaligus menyediakan sebuah tahap pembinaan dan pelatihan dalam bekerja yang memberikan kesempatan yang nyata untuk kembali ke dalam kehidupan masyarakat sipil dengan sebuah bekal manusiawi dan profesional yang mencukupi.


Pada hari pembukaannya, kegiatan-kegiatan yang dikunjungi adalah sebagai berikut:

Pelatihan berkebun: sebuah pelatihan yang dalam lima belas tahun ini menyertakan sekitar tigaratus narapidana, menciptakan sebuah kebun didatik seluas 8.000 kubik meter, taman hijau sebagai tempat pertemuan dan sebuah “taman sederhana” kecil di dekat dapur, yang kaya akan aroma essence.

Dari penghijauan kebun-kebun dan taman-taman hijau yang disebut sebagai “turistik” perjalanannya singkat. Nicola menjelaskan, “Kompetensi matura kami dalam perawatan kebun, khususnya perawatan bunga-bunga, mengijinkan kami bekerja di kebun Gardaland, di pedesaan turistik Isamar dan di semua kota-kota turistik seperti Chioggia, Abano Terme dan Montegrotto Terme.

Pekerjaan Industrial: patung-patung boneka yang dibuat dari bahan kertas plastik untuk kreasi moda dengan sebuah deposito dari koperasi Giotto dan bersertifikat ISO 900 serta patung-patung boneka industri. Pembuatan koper-koper terkenal di dunia.

Laboratorium pengolah kertas: sebuah laboratorium kecil yang di dalam kesempatan perayaan 700 tahun Kapel Scrovegni, telah menciptakan sebuah koleksi karya-karya dari kertas, yang sampai saat ini telah mendapatkan sukses besar tidak hanya di Italia, namun juga di luar negeri.

Call-center: 28 penempatan untuk memberikan pekerjaan kepada sekitar lebih dari limapuluh orang. Saat ini untuk menjual minyak dan produk-produk makanan, sistem pendingin/pemanas dan panel-panel solar, pelatihan-pelatihan formasi dan penelitian pasar; di luar itu juga sedang dalam tahap pelatihan untuk bekerja di bagian CUP (Pusat Prenotasi) bagi ASL 16 dan Rumah Sakit di Padova.

Pengolahan makanan: Pengelolaan proyek percobaan dari Menteri Kehakiman (PEA14) bagi LP kota Padova, salah satu iniziati yang paling berkesan dalam dua tahun terakhir, yang memungkinkan dilakukannya pelatihan memasak. Yang terakhir lahir sebuah pasticceria alias toko kue, dengan enam narapidana yang berlatih di sekolah ahli membuat kue. Selain itu, pengadaan lomba memasak dan membuat kue yang dihadiri oleh koki dan pembuat kue terkenal di dunia.

Beberapa Momentum Pengakuan dan Penghargaan

Ketika saya bertanya kepada Nicola adakah moment-moment di mana usaha mereka mendapatkan tanggapan baik dan penghargaan dari masyarakat, dia mengingat beberapa moment yang mengharukan dan membahagiakan yang telah dirasakan oleh para penghuni sel-sel penjara Due Palazzi di Padova.

Kunjungan Aktris terkenal Italia ke dalam penjara

Tanggal 11 Desember 2006 adalah sehari di pesta: datang mengunjungi sekitar delapan puluhan narapidana adalah Maria Grazia Cucinotta, seorang aktris Italia asal Messina, yang datang mengenakan tailleur hitam, foulard besar yang menutupi pundak, sepatu decolté berhias butir-butir mutiara. Cucinotta membagikan tandatangan, senyuman dan jabat tangan melangkah dari satu laboratorium ke laboratorium lainnya yang didirikan di dalam penjara dengan tujuan memberikan pelatihan. Cucinotta juga mampir ke laboratorium perhiasan di mana perusahaan Morellato membuat tiga ribu perhiasan setiap harinya, untuk kemudian di distribusikan ke 11.000 toko-toko pusat penjualannya yang tersebar di seluruh wilayah nasional.

Saat itu, Cucinotta mengatakan, “Ini adalah pertama kalinya saya berkunjung ke sebuah lembaga pemasyarakatan, untuk menatap langit dari dalam sel yang pengap, namun saya merasa senang dan terkejut oleh kenyataan ini, di mana kepada para narapidana diberikan kesempatan untuk bekerja, untuk maju dan bangkit dalam hidup. Menjalani kehidupan di penjara dengan cara ini, penjara dan narapidana menjadi berkurang”.

Waktu itu, kata Nicola, hadir mendampingi Cucinotta : Jaksa Pietro Calogero, direktur LP Due Palazzi Salvatore Pirruccio, Alberto Raffaelli dan Giampietro Giron dari asosiasi dalam CL Compagnia delle Opere bagian Timur laut Italia, dirinya sendiri, dan terutama Graziano Debellini, pemimpin CL, yang telah mengundang Maria Grazia Cucinotta melakukan perjamuan malam tradisi Santa Lucia.

“Saya datang untuk membawa sedikit solidaritas dan harapan kepada orang-orang ini, yang kebetulan hidup di dalam kondisi tertutup dari dunia luar – komentar aktris itu pada akhir kunjungannya – Saya percaya bahwa pengalaman seperti ini, yang bagi saya bukan hal yang baru, menjadi fundamental terutama bagi siapa yang menjalankannya: saya akan merekomendasikannya juga kepada kolega-kolega saya, membuat mereka mengerti bahwa hidup ini bukan tercipta hanya dari cahaya gemerlapan panggung sandiwara”.

Pada kunjungannya itu, Maria Grazia juga tidak lupa mampir ke laboratorium pengolah kertas di mana para narapidana membuat konveksi kotak-kotak dengan gambar-gambar Giotto, ruangan-ruangan di mana mereka membuat koper-koper bekerjasama dengan perusahaan Roncato dan berkarya seni menghasilkan lantai-lantai keramik, memasak dan membuat kue.

Acara-acara Penting tahun 2008

Tahun 2008 bagi Konsorsium Rebus, yang bekerja di dalam penjara Due palazzi, adalah tahun yang penuh dengan banyak acara dan kegiatan penting, dari beberapa kunjungan tokoh-tokoh internasional dan dari berbagai pengakuan dan penghargaan serta gema dari berbagai mass-media.

Mereka adalah orang-orang pekerja, yang juga tahu bagaimana mempromosikan diri mereka sendiri. Fakta-fakta yang telah mereka tandai pada tahun itu menghadirkan banyak kisah-kisah yang menyerupai kisah Salvatore. Mereka adalah individu-individu dari duapuluh bangsa, masing-masing dengan pengalaman berbeda, 71 narapidana ikut serta dalam konsorsium tahun 2008 dalam aktivitas pelatihan (memasak, membuat kue, membuat perhiasan dan berkebun), 97 narapidana aktif, yang semuanya dibina di dalam materi kesehatan dan keamanan dalam pekerjaan, di mana 55 diantara mereka bekerja pada bidang kesehatan, karena itu juga termasuk dalam bidang perawatan kesehatan individu.

Bekerja baik di dalam penjara berarti membuka diri kepada dunia luar, demikian tahun 2008 ditetapkan sebagai Tahun Makanan Sedap, suatu kegiatan “sosial” yang disponsori oleh PBB dan diberi nama Squisito!, sebuah konferensi enogastronomis internasional yang disponsori oleh komunitas San Patrognano. Dalam acara Tahun Makanan Sedap itu, toko kue dari penjara itu juga ikut serta dengan menghadirkan kue-roti panettoni, kue-roti colombe dan kue-kue kering, yang mewakilkan sebuah kesempatan nyata untuk masuk kembali ke dalam masyarakat dan dalam dunia kerja.

Tanggal 17 Mei 2008 di dalam penjara Padova diantara yang hadir terdapat juga Jorge Rios, penanggungjawab dari Proyek pengembangan diri Unodc (United Nations Office on Drugs and Crime) dan Mario Mauro, wakil presiden dari Parlamenter Eropa datang memberkati ikatan suci antara kue-roti panettoni dari Padova, coklat dan bir dari anak-anak Torino dari Piazza dei mestieri, minuman anggur dari San Patrignano, sampai pada roti manis dari rumah biara di Vitorchiano di kota Lazio. Squisito! berlangsung pada bulan Juni dan bagi produk-produk “dua kali sedap” pada acara Tahun Makanan Sedap merupakan kesuksesan besar.

Belum lagi ada waktu untuk menanggapi antusiasme ini, ada satu acara berkesan berikutnya di penjara. Dapat dikatakan sebagai sebuah kunjungan balasan. Tanggal 3 Juni sore hari para narapidana dalam kondisi semi-bebas dan beberapa petugas sipir penjara berpartisipasi dalam Misa Kudus di dalam Basilika Santo Antonius: perayaan itu disiarkan secara langsung dan diikuti dengan jarak jauh oleh seluruh penjara-penjara di Italia.

Pada tanggal 9 Juni para biarawan pengikut Santo Antonius, ditemani oleh rektor Basilika itu, padre Enzo Poiana, membawa relik Santo Antonius di dalam sebuah prosesi ke dalam Lembaga Pemasyarakatan itu. Dapat dikatakan bahwa Santo Antonius adalah Orang Kudus yang tahu banyak tentang penjara, pada tahun 1231 ia menjadi pencetus gagasan perlakuan yang lebih manusiawi kepada orang-orang miskin dan pengutang terutama di dalam penjara. Sebuah hari tanpa kata-kata – kata Nicola – hanya ada doa-doa sederhana yang menetap di dalam kalbu setiap individu: tangan-tangan yang keluar dari sel-sel penjara untuk menyentuh Orang Kudus itu, yang begitu dekat dengan Tuhan, sebuah prosesi oleh narapidana, sukarelawan, polisi, petugas sipir, para hakim – orang-orang yang bekerja di sekeliling penjara dari berbagai etnis dan agama – yang berbaris dan berlutut mencium relik Santo Antonius.

Meeting Rimini 2008

Musim Panas adalah saat untuk Meeting, diadakan setiap tahunnya oleh Fraternitas Comunione e Liberazione sejak tahun 1980 dan berlangsung selama seminggu pada pertengahan bulan Agustus, adalah Festival Musim Panas terbesar di dunia dengan berbagai acara perjumpaan, pertunjukkan, musik dan panggung sandiwara.

clip_image002

Nicola mengingat pada edisi ke 29 dari Meeting Internasional untuk Persahabatan antar Bangsa 2008 di kota Rimini, yang mengambil tema “Either Protagonists or Nobodies dan dihadiri oleh sekitar 700.000 orang, merupakan sebuah acara manusiawi yang luar biasa. Perjumpaan antara narapidana dan orang-orang di Meeting – di dalam konteks sebuah pertunjukkan besar berjudul “Kebebasan mencari siapa yang mencintainya. Pekerjaan menebus” tentang contoh-contoh kemanusiaan dari berbagai penjara di dunia – dikunjungi oleh sekitar 60.000 orang dan sebelas narapidana yang telah membuat 5.000 kue-roti panettoni, dengan berat total sebesar lima ton, sebagian dijual, sebagian lagi dibagikan gratis dengan 40.000 potongan – meninggalkan tanda nyata yang mengharukan setiap pengunjung. Terutama para narapidana sendiri yang segera menyatakan keinginan mereka melanjutkan pengalaman yang sama untuk memiliki kembali martabat sebagai manusia pada saat mereka kembali ke dalam penjara.

Kemudian sepuluh orang polisi penitensi, para pengunjung terkenal seperti Presiden Konferensi Waligereja Italia Kardinal Angelo Bagnasco, Menteri Perekonomian Italia Giulio Tremonti, dan Senator Italia Giulio Andreotti. Satu minggu yang ditandai oleh kejutan-kejutan dan penghargaan, diantaranya pesta di dalam stand pertunjukkan tersebut, yang pada hari-hari terakhir dihadiri sekitar ratusan orang, dan perjumpaan-perjumpaan, diantaranya – perjumpaan untuk nama panggilan dari Meeting – yaitu antara narapidana dan wanita-wanita Uganda dari Poin Meeting Internasional di Kampala.

“Memang benar”, kata Franco, “bahwa saat orang berkata bahwa kebaikan dilakukan oleh orang yang memiliki kebaikan dari dalam hatinya dan puji syukur kepada orang-orang yang baik seperti kalian sehingga semuanya ini memungkinkan. Kepada Yesus saya memohon untuk mengundang diri hadir di tahun yang berikutnya. Saya merasa sungguh kerasan berada di tengah-tengah kalian, masuk ke dalam kumpulan orang-orang sehat, sejati, baik, dan terlebih-lebih kekeluargaan, bagaimana mungkin saya tidak menjaga kebaikan yang tak pernah saya rasakan bertahun-tahun? Jika kalian menginginkan saya di tengah-tengah kalian, saya akan hadir! Saya merasakan perhatian-perhatian, yang saya percaya selama bertahun-tahun tidak ada lagi. Saya dapat berbagi kepada kalian sesuatu yang kecil milik saya pribadi. Saya harus mengatakan kepada kalian semua: “Terima kasih untuk kehadiran kalian dan membuat saya dipertimbangkan seperti bukan selamanya sebagai seorang manusia, sudah tujuh belas tahun saya tidak merasakan begitu hidup, di antara kalian!””

Nicola ingat pada stand Meeting itu ada pula wakil mayor kota Salsomaggiore, Massimo Cavalli yang turut mencicipi kue, dan kepadanya diberikan sebuah usul: Mengapa tidak menawarkan produk-produk kue dari LP ini kepada perjamuan buffet Miss Italia? Said and done. Di gedung kongres Miss Italia yang baru Miriam Leone, 23 tahun asal Sicilia, berpesta dengan kue-kue buatan para narapidana. Selain daripada itu, mereka memenangkan penghargaan di Golosaria 2008, konferensi budaya dan masakan yang disponsori oleh Club di Papillon. Sebuah kasus untuk dipelajari, adalah kasus penjara Padova. Dan asosiasi Compagnia delle Opere memperkenalkan dan membawanya kepada Matching, sebuah acara bagi para pengusaha pada bulan Nopember, dalam sebuah seminar berjudul: “Mengapa lebih baik bagi para perusahaan bekerjasama dengan organisasi non profit”.

Pada bulan Desember 2008, dan pada perjamuan makan malam tradisi Santa Lucia, di mana ikut hadir sekitar seribu tamu, dilaksanakan sebuah acara tradisional yang telah dikonsolidasi di dalam penjara. Saat itu Toko kue Narapidana membuat kue-roti panettoni sebanyak 13.000 buah, jumlah record, yang menarik keingintahuan mass-media: bersama dengan Nicola Boscoletto dan Andrea Basso, tiga orang narapidana menjadi tamu dari Licia Colò pada acara natal Alle falde del Kilimangiaro. Dan pada periode natal tahun ini, Angelo Donati seorang maestro seni membuat presepi (palungan) menghadiahkan dua dari kreasinya yang berharga kepada penjara sebagai tanda bahwa kegembiraan Yesus juga ada di sini.

Meeting Rimini 2009

clip_image003

Nicola kemudian menjelaskan bahwa sebagaimana telah diminta oleh para narapidana penjara Padova yang hadir pada Meeting di Rimini tahun 2008 yang lalu, untuk hadir kembali pada Meeting 2009, – yang mengambil tema: Knowledge is Always an Event.” (Ilmu adalah tindakan fundamental yang dicapai orang dalam relasinya dengan kenyataan) – maka mereka bersama dengan petugas-petugas dari Konsorsium Rebus, pada tahun ini juga hadir di Balai Kongres di Rimini.

Pada hari ini reflektor dinyalakan dan ditujukan kepada planet penjara, hadir di sana Franco Ionta, kepala dari Departemen Aministrasi Penitensi, wakilnya Emilio Di Somma, Sebastiano Ardita, direktur kantor quarto Trattamento dan para narapidana serta wakil-wakil dari kementerian Kehakiman, diantaranya wakil menteri Giacomo Caliendo, Nicola Boscoletto sendiri, dan presiden dari Fondasi bagi Subsidi (Fondazione per la Sussidiarietà) Giorgio Vittadini. Di depan bar “Dai Carcerati”, konferensi dilaksanakan dan para pembicaranya yaitu Boscoletto, Ionta dan Vittadini.

Sementara sedang diumumkan oleh pembawa acara, Nicola mengundurkan diri dari perbincangan kami untuk menjadi pembicara dalam konferensi ini, dan Salvatore dan Franco kembali ke dalam dapur.

Di dalam konferensi, Nicola mengucapkan penghargaan kepada para otoritas untuk “membebaskan” puluhan narapidana dan kepada petugas sipir dan polisi, kepada orang-orang hukum dan para pendidik “pada periode ini sebuah usaha dan kerja keras yang berarti telah berhasil dijalankan”.

Giorgio Vittadini memberikan pemahaman atas pertemuan pada hari ini dengan menggarisbawahi seperti iniziati tahun lalu dapat menjadi “sebuah event yang stabil. Tiga tahun yang lalu di Meeting ada sebuah pertemuan tentang penjara dengan menteri Mastella, kemudian tahun lalu dengan Alfano, hari ini bukan saja sebuah pertemuan, melainkan menjadi sebuah dimensi dari Meeting dan dari gerakan CL, yaitu hadir dihadapan kebutuhan ini”.

Vittadini kemudian menggarisbawahi bahwa iniziati ini tidak lahir di atas meja, melainkan dari sebuah perjumpaan dengan dunia penjara dengan para narapidana, melalui perjumpaan-perjumpaan itu “kita mempelajari sesuatu, banyak diantara kita bahkan setelah eksposisi pada tahun lalu telah mulai mengunjungi para narapidana, membawakan pakaian-pakaian dan kita pergi ke sana untuk belajar menjadi seorang manusia”.

Presiden dari Fondazione per la sussidiarietà itu lalu bertanya apakah inisiatif seperti ini yang menjadi sebuah faktor sipil, sebuah kemungkinan akan perubahan dalam tindakan “apakah hal yang baik atau tidak? Melihat bahwa apa yang tertulis di dalam Konstitusi adalah sebuah pengalaman yang memungkinkan, yaitu bahwa penebusan memungkinkan melalui pekerjaan dan jika hal-hal semacam ini semakin berkembang, apakah hal yang baik atau tidak?” dan jawabannya tidak mungkin jika tidak positif. “Lebih baik bagi semuanya, karena itulah kita berterimakasih kepada mereka yang membantu kita dalam perjalanan ini, ada kebutuhan mendesak bahwa di penjara-penjara dikerjakan inisiatif-inisiatif seperti ini”.

Stand dari bar – pasticceria kualitas tinggi dari Meeting itu menunjukkan bahwa sebuah jalan lain memungkinkan. Individu-individu seperti yang digambakan oleh Nicola “berubah menyesali dan sadar akan kesalahan mereka, namun yang tidak meminta potongan apapun dalam hukuman mereka. Di sini tidak ada penjaga-penjaga dan pencuri-pencuri melainkan sebuah kemanusiaan baru, yang diperbaharui melalui sebuah perjumpaan”. Nicola Boscoletto mengatakan dengan demikian dari pagi sampai sore bekerja, dan pada malam hari para narapidana mengembalikan ijin mereka dan kembali ke penjara di Rimini untuk tidur. Para polisi, pengacara-pengacara dan orang-orang hukum menjalankan sebuah kesempatan baru, mungkin satu-satunya solusi adalah “mengijinkan kepada semuanya untuk hidup lebih baik karena pada akhirnya ini adalah yang terjadi dan yang diinginkan oleh semua orang” demikian Nicola Boscoletto menutup konferensi.

Setelah konferensi selesai, saya membeli sebuah minuman dingin dan sepotong kue Noce del Santo buatan para narapidana. Memang benar bahwa kue ini lezat. Saya dan suami memutuskan untuk membeli satu ikat kue untuk dibawa pulang sebagai tanda kenangan. Namun, sebelum kami berjalan menjauhi stand bar, Nicola memanggil saya dan bertanya tentang tanggapan kami atas konferensi itu. Saya mengatakan bahwa apa yang dikatakan Nicola dan Vittadini benar adanya, bahwa di dalam perjumpaanlah dapat terjadi hal-hal baru yang baik, bahkan bagi para narapidana. Saya menambahkan bahwa dengan bekerja, mereka menyadari kesalahan mereka dan berusaha menebusnya melalui pekerjaan mereka itu. Pekerjaan menjadi sarana penebusan.

clip_image005

Sebelum menyelesaikan perbincangan kami, saya bertanya sekali lagi kepada Nicola kesimpulan dan tujuan dari usaha yang dilakukan mereka. Nicola berkata, “Ini adalah sebuah pekerjaan virtual yang menjadi sebuah contoh dari ekonomi sosial, dikerjakan oleh perusahaan non profit dan profit, satu-satunya ekonomi yang mampu memberikan keuntungan secara bersama dan bukan keuntungan sendiri”.

“Tujuan kami bukan hanya ingin mengajarkan sebuah pekerjaan, melainkan melalui tim sosial kami yang terdiri dari tenaga-tenaga ahli dalam bidang human risources, juga membantu “anak-anak” didik kami secara efektif berintegrasi dan masuk ke dalam dunia kerja, dengan kapasitas mereka masing-masing.” Demikian Nicola menutup perbincangan kami dan saya mengucapkan terima kasih kepadanya atas kesempatan berharga ini.

Saya ingin menutup kisah pengalaman saya ini dengan jawaban Salvatore dan Marino atas pertanyaan saya mengenai pengalaman mereka bekerja di dalam penjara: “Bekerja adalah sebuah kesempatan yang nyata bahwa tidak semuanya berakhir buruk: mungkin semua yang ada di dalam penjara dapat memiliki kesempatan ini. Saya bekerja di Call-center. Suatu waktu seorang wanita yang meminta prenotasi lewat telpon berkata kepada saya: “Anda benar-benar seorang malaikat”. Saya tidak tahu apa yang harus saya katakan kepadanya, tetapi perkataannya itu juga merupakan sesuatu yang membantu”.

“Terjadi juga kepada saya seseorang menelpon dan berkata “Saya tidak salah, saya tahu dari suara anda bahwa anda adalah orang yang baik…”, kata Marino, 43 tahun, yang berada di dalam penjara sejak tahun 1994 dan entah sampai kapan lagi. “Bekerja di sini bagi saya mewakili sebuah awal perubahan roda kehidupan, sebuah kesempatan awal untuk kembali memiliki keyakinan diri”.

Memang benar. Banyak hal telah terjadi di dalam penjara Due Palazzi kota Padova.

Kami melangkah menjauhi stand bar dengan hati bergetar, terutama saya, yang baru pertama kalinya sungguh-sungguh bercakap-cakap dengan tokoh-tokoh penting dalam aktivitas di penjara di Italia dan dengan para narapidana, layaknya bercakap dengan sahabat-sahabat lama. Saya percaya bahwa karya dan usaha baik mereka selalu di berkati oleh Tuhan Yesus.

Rimini, 25 Agustus 2009

*) Shirley Hadisandjaja Mandelli adalah wanita Indonesia Katolik yang menikah dengan orang Italia dan sekarang menetap di kota Milano. Parokinya sewaktu masih di Jakarta adalah Paroki Santo Leo Agung di Jatiwaringin, yang biasa disebut sebagai Gereja Tenda. Sekarang paroki tempatnya tinggal adalah paroki San Valentino.

Di sana Beliau aktif dalam Fraternitas Katolik Communion and Liberation (CL). Beliau juga dipercaya untuk membantu kolom Sekilas Berita di situs Pondok Renungan dengan menulis berita-berita dan artikel tentang perkembangan Gereja terutama dari Vatikan dan Italia.

Comments
4 Responses to “HARAPAN DARI PASTICCERIA BAR DAI CARCERATI”
  1. Agus Suhanto mengatakan:

    hai,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, posting yg oke🙂
    lam kenal yee

  2. yuli mengatakan:

    bagus blog nya…
    salm kenal dari qu…^_^

  3. Ventje DAMOPOLII mengatakan:

    Dear teams,

    Sekitar 4 atau 5 tahun lalu saya pernah kenal dalam milis-milis dan sering email (meskipun belum pernah ketemu) dengan Ibu Shirley Hadisandjaja. Dan minggu kemarin HR Pentekosta saya membeli sebuah buku Riwayat Paus Fransiskus yand didalamnya ada beberapa kutipan yang diambil oleh pengarang dan mencantumkan sumbernya ; Shirley H.

    Apakah ada yang memiliki email adress ibu Shirley H.

    Atasnya diucapkan terima kasih.

    Ventje DAMOPOLII
    vdamopolii@yahoo.com

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: