DIBALIK EDISI YANG HILANG


cover Berikut adalah kumpulan tulisan yang dikumpulkan dari situs tidak resmi Buletin Jendela mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tidak terbitnya Buletin Jendela edisi Juni-Juli 2009 dan beralihnya status situs dari rencana situs resmi menjadi situs non-resmi. Kumpulan diambil dari tulisan tanggal 10 Juni 2009, 16 Juni 2009, dan23 Juli 2009.  Kumpulan ini dimaksudkan sebagai arsip, pengingat, dan bahan pembelajaran  saja. Pembaca tidak diharapkan mengambil kesimpulan yang berlebihan.

—————————————————————————————–

Buletin Jendela Dicekal?

Rabu, 10 Juni 2009

Rabu malam (10/6) pukul 20.30, beberapa kru redaksi Buletin Jendela mengadakan rapat mendadak. Ada kabar dari percetakan yang menyebutkan bahwa Buletin Jendela tidak bisa dicetak saat ini dan terpaksa mundur terbitnya. Belum diketahui secara jelas apa yang membuat percetakan memutuskan secara sepihak untuk tidak mencetak Buletin Jendela. Padahal kami merencanakan untuk dapat hadir tepat pada saat Misa Perayaan Peringatan Pelindung Paroki. Belum lagi kontrak iklan yang telah kami terima tentu menjadi tidak tepat waktu.

Yang jelas, besok Kamis, 11 Juni 2009, beberapa petinggi Buletin dan Ketua OMK dipanggil untuk bertemu Rama Paroki. Tentunya hal ini mengundang pertanyaan yang menjurus pada kecurigaan, mengingat selama ini Rama jarang sekali campur tangan dalam urusan Buletin Jendela. Kecurigaan mengarah pada cover (lihat di atas) dan isi buletin edisi terbaru yang mungkin membuat beberapa pihak "merasa kurang nyaman".

Memang sebagian besar isi buletin yang kami persiapkan untuk menyambut ulang tahun paroki dan ulang tahun Jendela ini memang memuat kritikan. Tentunya kritikan tersebut diarahkan sebagai refleksi untuk paroki kita. Jadi jika memang pencekalan cetak memang berhubungan dengan kritikan tersebut rasanya menjadi kurang intelektual. Seharusnya pihak yang merasa dirugikan menggunakan hak jawabnya di Buletin Jendela untuk mengklarifikasi masalah. Kami dengan senang hati akan memuatnya.

» Catatan Admin: memang disayangkan, artikel yang menuai kritikan Dewan Paroki tidak mencantumkan bukti yang eksplisit.

——————————————————–

Buletin Jendela Masih Tertunda

Ditulis Selasa, 16 Juni 2009

Kamis, 11 Juni 2009, beberapa pengurus Buletin Jendela dipanggil menemui Rama paroki. Dalam pertemuan tersebut, Rama mengklarifikasi beberapa hal menyangkut pemberitaan dalam Buletin Jendela edisi Juni-Juli 2009. Dengan demikian, kecurigaan kami mengenai adanya pihak yang kurang berkenan dengan artikel-artikel di buletin edisi terbaru ini terbukti.

Dalam pertemuan tersebut, redaksi menjelaskan bahwa artikel-artikel yang dimuat, ditulis berdasarkan opini umat. Walau demikian subjektivitas penulis kadang memang tidak terhindarkan, apalagi bagi kami, redaksi yang masih belajar. Redaksi juga menjelaskan, bahwa artikel-artikel tersebut tidak ditujukan kepada perseorangan melainkan sebagai refleksi bersama. 

Untuk diketahui, pada edisi Juni-Juli 2009 ini, redaksi mengambil tema seputar paroki (dalam rangka ulang tahun). Berdasarkan naskah yang masuk dan mempertimbangkan opini umat, redaksi memfokuskan tema menjadi "tergerusnya kehidupan rohani dan pelayanan gereja oleh materi". Sesuai dengan tema tersebut, redaksi memuat berbagai tulisan dan cover yang merefleksikan keprihatinan itu. 

Dalam pertemuan tersebut, Rama memahami maksud redaksi. Rama juga mengizinkan buletin untuk diterbitkan dengan syarat menambahkan satu tulisan yang dirangkum dari buku tebal akuntansi dalam gereja. Rama mengatakan bahwa dimuatnya tulisan tersebut agar umat bisa memahami kompleksitas pengelolaan uang dalam lembaga gereja. Rama bahkan menyetujui dan mendukung usulan redaksi agar buletin dapat digratiskan sehingga tidak membebani umat. 

Sayangnya, sampai saat ini, buletin masih harus menunggu penulisan artikel mengenai akuntansi gereja yang belum selesai dan juga masih menunggu proses "pengeditan" oleh dewan paroki. Redaksi tentunya berharap agar semuanya bisa segera diselesaikan. Tidak sabar rasanya untuk bisa segera bertemu dengan pembaca. Nantikan Buletin Jendela edisi Juni-Juli 2009 dengan artikel-artikel yang "panas" dan GRATIS tentunya.

Untuk semua surat dan pesan dukungan yang telah dikirimkan, kami ucapkan terima kasih. Berkah Dalem.

» Catatan Admin: meski sepertinya telah mencapai kesepahaman yang menyenangkan dan redaksi telah berusaha memenuhi persyaratan yang diberikan, ternyata masih ada yang dipermasalahkan lagi.

—————————————————————————————–

Masih Mengenai "Tertundanya" Buletin Jendela

Ditulis Kamis, 23 Juli 2009

Seperti Anda ketahui dari berita sebelumnya (Buletin Jendela Masih Tertunda dan Buletin Jendela Dicekal?), draft Buletin Jendela edisi Juni-Juli 2009 tidak berkenan bagi beberapa pihak. Rama kemudian telah berbaik hati menengahi dan memberikan keputusan agar:

  1. Buletin Jendela menambahkan artikel mengenai Akuntansi dalam Gereja.
  2. Buletin Jendela akan di-edit dulu oleh Dewan Paroki.
  3. Seluruh biaya cetak Buletin Jendela akan ditanggung Paroki. Buletin Jendela tidak perlu mencari "iklan" dan umat tidak perlu membayar.
  4. Kalau bisa, cover Buletin Jendela diganti.

Sesuai dengan amanat Rama tersebut, redaksi Buletin telah beritikad baik berusaha memenuhinya. Draft pertama kemudian diperbaiki dan disesuaikan dengan perkembangan yang ada.

Pada awal Juli 2009, Buletin telah menyelesaikan draft yang kedua dan langsung menyerahkannya ke percetakan untuk mengejar jadwal terbit. Namun, lagi-lagi ada keberatan mengenai hal yang berbeda dan lagi-lagi Buletin Jendela ditunda.

Minggu, 12 Juli 2009, redaksi Buletin Jendela dipanggil fungsionaris Dewan Harian untuk membahas (lagi) draft Buletin Jendela edisi Juni-Juli 2009. Dalam pertemuan tersebut dipertanyakan dan disampaikan keberatan terhadap hal-hal yang semula tidak dipermasalahkan, seperti:

  1. Buletin Jendela dipertanyakan apakah akan menjadi oposisi atau menjadi corong Dewan Paroki.
  2. Masalah sebaiknya Buletin Jendela "digratiskan/tidak".
  3. Beberapa tulisan yang semula tidak masalah, dipertanyakan dan dikritik.
  4. Situs Buletin Jendela belum memenuhi izin untuk ditampilkan sebagai situs resmi Buletin Jendela yang notabene sebagai corong Dewan Paroki.
  5. Meski cover sudah diganti, cover lama masih dipertanyakan.

Buletin Jendela, yang tentu saja masih bagian dari Dewan Paroki (tim kerja KOMSOS), akan berusaha memenuhi (lagi) harapan Dewan. Namun, untuk kali ini mungkin akan butuh waktu agak lama mengingat kami harus menyesuaikan lagi tulisan-tulisan yang telah dibuat agar sesuai dengan perkembangan terkini dan kemudian menyesuaikan perwajahannya kembali. Sayangnya, untuk bulan ini kebanyakan anggota redaksi mempunyai kesibukan masing-masing sehingga Buletin masih terbengkalai. Rencana kami, semoga sekitar bulan Agustus 2009, Buletin Jendela dapat terbit kembali.

Terima kasih atas dukungan umat yang berulang kali menanyakan kabar Buletin Jendela. Terima kasih juga atas pembelajaran dari Dewan Paroki. Lain kali, tim redaksi akan lebih berhati-hati.

» Catatan Admin: permasalahan semula adalah ada satu pihak yang merasa keberatan. Sebetulnya masalah sudah bisa diselesaikan dengan tenang melalui perantaraan Rama. Tapi entah bagaimana, permasalahan justru melebar ke mana-mana.

——————————————————–

Situs Ini Bukan Situs Resmi

Ditulis Kamis, 23 Juli 2009

Bagi semua pengunjung situs Buletin Jendela (www.buletin jendela.co.nr), harap diketahui, mulai saat ini sampai saat yang belum ditentukan, status situs ini bukan lagi situs resmi melainkan situs non-resmi. Admin situs memang berencana meluncurkan situs Buletin Jendela ini tepat pada hari ulang tahun paroki. Namun seperti Anda ketahui, ada berbagai kendala yang membuatnya tertunda dan kemudian diputuskan untuk mengubah statusnya menjadi non resmi.

Pengubahan status ini berkaitan dengan pertimbangan yang dikemukakan dalam pertemuan Fungsionaris Dewan Harian dengan tim redaksi Buletin Jendela, yaitu:

  1. Situs semacam ini memerlukan izin dahulu. 
  2. Dikuatirkan situs seperti ini dapat disalahgunakan sehingga merugikan Dewan pada khususnya dan Paroki pada umumnya.
  3. Situs semacam ini harus dikelola oleh sekelompok orang atau tim kerja khusus.
  4. Situs semacam ini harus dimonitoring oleh Dewan Paroki.

Keputusan yang diambil saat itu adalah situs ini tidak boleh diluncurkan dahulu. Harus menunggu izin dan pembentukan sekelompok orang untuk mengelolanya. Keputusan tersebut admin terima namun dengan sedikit keberatan:

  1. Situs-situs gerejawi lain seperti milik OMK, setahu kami tidak memerlukan izin khusus.
  2. Jika harus menunggu pembentukan sekelompok orang, maka situs akan terbengkalai.
    Keberatan bahwa admin hanya satu orang adalah kurang beralasan. Karena jika admin terlalu banyak, maka situs justru akan kacau. Namun jika memang dikehendaki, orang yang ditunjuk Dewan kami persilakan menjadi admin. 
  3. Kekuatiran penyalahgunaan juga kurang beralasan. Semua pengunjung boleh membaca, menyampaikan komentar, dan mengirimkan artikelnya pada situs ini. Untuk itu kami menyediakan berbagai sarana dari kotak pesan hingga forum sehingga semuanya bisa berpartisipasi. Jadi kekuatiran bahwa yang lain akan "membebek" sebetulnya tidak perlu dibesar-besarkan.
  4. Dewan paroki setiap saat bisa memonitoring situs ini karena situs ini bisa diakses dari mana saja.

Namun, demi menghormati keputusan rapat kala itu dan daripada situs ini tidak mati/terbengkalai menanti izin dan kepengurusan, maka tim redaksi Buletin Jendela memutuskan situs ini berstatus non-resmi mulai saat ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Situs ini tidak lagi berhubungan langsung dengan Buletin Jendela, Tim Kerja Komsos, maupun Dewan Paroki St. Antonius Muntilan.

Pengubahan status tentu akan membutuhkan waktu. Untuk itu harap maklum. Walau demikian, hal ini tidak berpengaruh pada para pengunjung. Situs ini akan tetap akan menyediakan informasi yang dapat diakses dan digunakan seperti biasa.

Terima kasih atas dukungan Anda selama ini dan tetap kunjungi kami untuk informasi terbaru seputar Paroki St. Antonius Muntilan.

» Catatan Admin: ironis. Anak-anak muda dituntut ikut membangun gereja, namun ketika mereka membuat kreativitas seringkali justru malah dipersulit.

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: