PAUS DUKUNG PENDIRIAN NEGARA PALESTINA


Dalam kunjungannya ke Bethlehem, Tepi Barat, Paus Benediktus XVI menyampaikan pada rakyat Palestina bahwa dirinya mendoakan berakhirnya embargo Israel di Jalur Gaza. Hal itu disampaikan Paus saat berlangsung misa di Bethlehem seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (13/5/2009).
“Yakinlah akan solidaritas saya untuk kalian dalam pekerjaan membangun kembali yang berat sekali… dan doa saya agar embargo akan segera dicabut,” kata pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu.
“Saya tahu betapa kalian telah menderita dan terus menderita sebagai akibat kekacauan yang timbul di tanah ini selama beberapa dekade. Hati saya untuk semua keluarga yang telah kehilangan begitu banyak,” kata Paus seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (13/5/2009).
Dalam kunjungannya itu, Paus menyinggung soal warga Palestina yang menjadi korban selama 22 hari aksi militer Israel di Jalur Gaza, yang berakhir pertengahan Januari lalu. Kepada mereka yang kehilangan anggota keluarga mereka dalam operasi militer Israel itu, Paus menyampaikan duka cita dan doa. Menurut kelompok HAM Palestina, sebanyak 1.417 warga Palestina, termasuk 926 warga sipil, tewas dalam tragedi di Gaza tersebut. Di pihak Israel, 10 tentara dan 3 warga sipil menjadi korban tewas.
Dalam kunjungannya itu, Paus juga bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Kepada Abbas, pemimpin tertinggi gereja Katolik Roma itu menyampaikan dukungan atas terbentuknya negara Palestina yang berdaulat.
“Tahta suci mendukung hak rakyat Anda untuk mendirikan tanah air di tanah leluhur Anda, aman dan berdampingan dengan tetangga Anda,” ujar Paus di Istana Kepresidenan Palestina.
Sedangkan Abbas mengungkapkan kesulitan yang dihadapi rakyatnya, termasuk ratusan ribu warga Kristen.
“Semua bentuk penekanan, tirani dan penyerobotan tanah sedang dilakukan terhadap semua warga negara Arab, Kristen dan muslim,” kata Abbas kepada Paus.
Dalam kesempatan tersebut Paus Benediktus XVI juga menyerukan kaum muda Palestina untuk “memiliki keberanian melawan setiap godaan untuk menempuh aksi kekerasan atau terorisme.” Hal itu disampaikan Paus dalam kunjungannya ke Bethlehem, Tepi Barat, hari Rabu, 13 Mei ini.
“Saya membuat seruan ini untuk banyak kaum muda di seluruh wilayah Palestina hari ini: jangan biarkan kehilangan nyawa dan kehancuran yang telah kalian saksikan menimbulkan kebencian atau dendam di hati kalian,” tutur pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma itu.
“Milikilah keberanian untuk melawan setiap godaan yang mungkin kalian rasakan untuk menempuh aksi kekerasan atau terorisme,” imbuh Paus seperti dilansir harian New York Times, Rabu (13/5/2009).
Lawatan ini merupakan lawatan pertama Paus Benediktus ke Palestina. Dalam kunjungannya ini, Paus juga mengulang pesan yang pernah disampaikan pendahulunya, mendiang Paus Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Palestina pada tahun 2000.
“Tak akan ada perdamaian tanpa keadilan, tak ada keadilan tanpa pengampunan,” pungkas Paus Benediktus. (fib, sumber: detik.com & liputan6.com)

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: