JALAN SALIB “KEJUJURAN” EDISI PEMILU


JENDELA, Muntilan. Jalan salib pada hari Jumat Agung tahun 2009 ini di Paroki Santo Antonius Muntilan, hampir sama dengan tahun sebelumnya, juga menggunakan visualisasi teaterikal. Seperti yang dulu juga, jalan salib kali ini seluruhnya dilaksanakan oleh orang muda Katolik sebagai pemeran dan petugas. Untuk kali didukung oleh komunitas Pematang Djingga, IPKAM, OMK Muntilan, dan EGSPi. Meski di tengah panas matahari yang cukup menyengat, jalan salib ini berhasil mengajak umat untuk ikut bergabung. Dengan berbagai visualisasi, iringan musik, tata artistik, dan narasi yang dibuat sedemikian rupa, jalan salib cukup menghanyutkan umat. Beberapa di antara mereka sampai menitikkan air mata haru. Tempat yang berpindah-pindah juga menampilkan suasana yang berbeda pada tiap perhentian.

Tema yang dibawa tahun ini adalah “Antara Berkat dan Sebuah Pengharapan”. Dengan pusat adalah Salib “Kejujuran”, yang untuk saat ini singgah di Muntilan, umat diajak untuk mengkritisi para calon wakil dan pemimpin rakyat yang terlalu banyak mengumbar janji. Umat diajak untuk melihat kondisi di negara kita tempat para politisi pura-pura bisu dan tuli terhadap penderitaan dan harapan rakyat. Tidak sesuai dengan janji-janji perubahan dan harapan yang mereka bawa ketika kampanye.

Namun, meski di tengah kondisi rakyat yang pesimis akan perubahan yang lebih baik, selalu ada harapan bagi yang percaya. Demikian pula dalam jalan salib ini, disematkan pula sebuah pengharapan di tengah keprihatinan. Pengharapan bagi umat melalui pemimpin yang tidak akan meninggalkan kita. Pemimpin yang selalu mengasihi umat-Nya, yaitu Yesus Kristus. Untuk itu, umat diharapkan tidak patah asa. Terus menabur benih-benih cinta dan perdamaian kekal.

Sayangnya, publikasi yang kurang membuat umat kurang mempersiapkan diri. Masih cukup banyak umat membawa buku panduan jalan salib kuning padahal panitia tidak membagikan naskah kepada umat. Cukup disayangkan karena naskah yang dibuat seharusnya bisa membawa umat lebih memahami dan memaknai jalan salib “Kejujuran” ini. Umat juga banyak yang tidak membawa payung atau pelindung dari panas sehingga harus berkumpul di tempat-tempat yang teduh.

Namun, secara umum, jalan salib ini berjalan dengan lancar. Pada akhir jalan salib di gedung gereja St. Antonius Muntilan, umat dipersilakan untuk berdoa di depan “jenazah” Yesus. Kemudian umat juga dipersilakan memilih Yesus sebagai jalan, kebenaran, dan hidup. Pemilihan ini dilakukan dengan cara unik yaitu membubuhkan tanda contreng di gambar Yesus yang berukuran besar seperti pada pemilihan umum yang baru saja usai. fib

Comments
One Response to “JALAN SALIB “KEJUJURAN” EDISI PEMILU”
  1. Admin Buletin Jendela mengatakan:

    Proficiat pada OMK Muntilan yang telah menyelenggarakan jalan salib “Kejujuran” edisi Pemilu. Salut atas kritik terhadap kehidupan politik negeri kita dan peneguhan akan pengharapan sejati kita sebagai orang Katolik, Yesus Kristus.
    Berkah Dalem.

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: