PESTA PERAK IMAMAT RAMA SURYA


Jendela – Minggu, 21 Juli 2013 lalu merupakan hari yang menggembirakan bagi Rama Vincentius Suryatma Suryawiyata, SJ. Dua puluh lima tahun lalu, tepatnya 21 Juli 1988, Rama Surya bersama ketujuh temannya mengikrarkan Kaul Kekal di Gereja St. Antonius Purbayan Solo. Kini, dua puluh lima tahun kemudian, Rama Surya menjadi pastor kepala di Paroki Santo Antonius Muntilan.

Lahir di Klaten, 18 November 1952 dari pasangan alm. Bp. Y. Yosowiyoto dan alm. Ibu M. Surati, Rama Surya tidak serta merta mendapat jalan yang mulus untuk menjadi pelayan umat. Dua kali mencoba masuk Seminari gagal terus. Namun beliau tidak pernah menyerah. Setelah bekerja sebagai guru di SMEA Katolik di Klaten dan di SMEA Strada Jakarta, masing-masing selama 1 tahun, beliau akhirnya diterima masuk Serikat Yesus Novisiat di Girisonta, Ungaran pada tanggal 31 Desember 1977.

Seusai menerima tahbisan imam pada tahun 1988, selama 25 tahun Rama Surya telah berkarya di berbagai paroki. Dari tahun 1987-1989, beliau berkarya di Paroki Santo Yusup Gedangan, Semarang. Tahun 1989-1994, di Paroki Santa Theresia Kanak-Kanak Yesus Bongsari, Semarang. Tahun 1994-2000 sebagai pastor paroki di Paroki Santo Robertus Bellarminus Cililitan, Jakarta. Tahun 2007-2011 di Paroki Santo Petrus Kanisius Wonosari, Yogyakarta. Tahun 2011 hingga sekarang menjadi pastor kepala di Paroki Santo Antonius Muntilan dan Paroki administratif Emmanuel Ngawen.

Sebagai ungkapan syukur atas berkat yang diterima selama berkarya, umat Paroki Muntilan mengadakan syukuran sederhana. Bersama beberapa teman satu tahbisan dan rama-rama lain, Rama Surya mempersembahkan Misa Kudus di Gereja Santo Antonius Muntilan pada hari Minggu, 21 Juli 2013. Para rama yang berbahagia bergantian menceritakan pengalaman mereka berkarya. Satu kesamaan dalam homili mereka yaitu mereka mengungkapkan syukur dan terima kasih atas dukungan dan doa yang mereka terima selama berkarya.

Usai Misa Kudus, para rama yang berbahagia menerima ucapan selamat dari umat yang mengikuti misa. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan malam dan ramah tamah bersama di Aula Paroki Santo Antonius Muntilan. Acara berlangsung meriah, karena banyak umat dari paroki-paroki yang pernah dilayani oleh Rama Surya berkenan hadir memberikan ucapan selamat. Umat yang datang dari luar Paroki Muntilan antara lain dari Semarang, Jakarta, Wonosari, dan Ngawen. Mereka datang berombongan. Untuk menu makan malam, secara khusus Rama Surya menyarankan pada panitia untuk memasak ikan dari kolam gereja.

Berikut foto-fotonya:

Total ada 10 Rama yang mempersembahkan Misa Syukur Pesta Perak Imamat Rama Surya.

Total ada 10 Rama yang mempersembahkan Misa Syukur Pesta Perak Imamat Rama Surya.

Rama Surya didampingi rekan-rekan satu tahbisan sedang membacakan doa Syukur Agung bersamaan.

Rama Surya didampingi rekan-rekan satu tahbisan sedang membacakan doa Syukur Agung bersamaan.

Aula Paroki Santo Antonius Muntilan penuh dengan umat yang turut bersyukur atas 25 tahun imamat Rama Surya. Termasuk di antara mereka, umat dari luar kota seperti Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Mereka datang berrombongan menggunakan bus atau mobil.

Aula Paroki Santo Antonius Muntilan penuh dengan umat yang turut bersyukur atas 25 tahun imamat Rama Surya. Termasuk di antara mereka, umat dari luar kota seperti Semarang, Jakarta, dan Yogyakarta. Mereka datang berrombongan menggunakan bus atau mobil. Tampak di deretan depan kanan, para rama yang berbahagia duduk berdampingan.

Para rama yang berbahagia meniup lilin pada tumpeng yang disediakan panitia sebagai tanda syukur atas berkat selama 25 tahun pelayanan imamat mereka.

Para rama yang berbahagia meniup lilin pada tumpeng yang disediakan panitia sebagai tanda syukur atas berkat selama 25 tahun pelayanan imamat mereka.

Rama Surya menerima kenang-kenangan berupa foto diri dari ketua panitia pesta perak imamat Rama Surya, Bp. V.W. Riszer H.S. dari Wilayah IV.

Rama Surya menerima kenang-kenangan berupa foto diri dari ketua panitia pesta perak imamat Rama Surya, Bp. V.W. Riszer H.S. dari Wilayah IV.

Rama Surya tengah mengambil santap malam bersama para rama yang berbahagia. Menu makan malam kala itu spesial: ikan yang dimasak oleh ibu-ibu Wilayah IV yang diambil dari kolam gereja.

Rama Surya tengah mengambil santap malam bersama para rama yang berbahagia. Menu makan malam kala itu spesial: ikan yang dimasak oleh ibu-ibu Wilayah IV yang diambil dari kolam gereja.

 

About these ads

Silakan tinggalkan komentar, kritik, atau saran Anda di sini. Kami akan segera membalasnya sesegera mungkin. Terima kasih.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 37 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: